Wednesday, 4 January 2012

Konspirasi Iran dan Amerika


Seperti diberitakan, bahwa salah satu pesawat pengintai stealth milik Amerika telah ditembak jatuh oleh tentara Iran.
Iran mengklaim bahwa mereka berhasil membaca data-data rahasia hasil pengintaian yang direkam didalam peralatan Drone (pesawat mata-mata siluman AS) ini. Iran juga pernah mengatakan bahwa mereka berhasil membuat duplicate pesawat Drone yang jatuh di wilayah Iran. Bahkan berita resmi di Amerika sudah disebarkan bahwa Iran sudah berhasil menciptakan pesawat sejenis Drone dengan versi teknologi yang lebih canggih lagi.
Berkaitan dengan hal di atas, pernah juga diberitakan bahwa Iran menawarkan pesawat Drone ini kepada Cina dan Russia. Pemerintah Iran juga menawarkan kerjasama dengan China dan Rusia untuk membuat pesawat serupa tetapi dengan teknologi yang lebih canggih lagi. Dikhabarkan juga bahwa tawaran Iran ini ternyata ditolak oleh Cina dan Russia, alasan ditolaknya tawaran Iran ini tidak disebutkan sama sekali.
President Obama sendiri pernah meminta kembali pesawat Drone yang jatuh ini dari pemerintah Iran. Padahal sebelumnya, pemerintah AS sendiri (melalui Hillary Clinton) sudah memprediksi bahwa tidak mungkin bagi Iran untuk mengembalikan pesawat drone ini. Secara pikiran normal, kalo sudah tahu tidak bakal dikembalikan, lalu kenapa masih secara resmi diminta kembali? Tentu ini menjadi tanda tanya, ada apa dengan hubungan Iran dan Amerika. Kesan yang timbul dari sikap Amerika adalah seolah-oleh Amerika sedang melakukan pengawasan ketat terhadap Iran dengan cara mengirimkan pesawat drone untuk memata-matai Iran, tetapi apakah benar demikian?
Iran pernah berkata bahwa mereka berhasil menembak jatuh Drone; walau sudah mengatakan bahwa pesawat drone itu ditembak, tetapi pengakuan seorang Jendral Iran dan bahkan pemberitaan pemerintah Iran memberi indikasi bahwa Drone yang berhasil diambil alih masih dalam keadaan utuh, lengkap dan tanpa cacat. Seandainya pemerintah Iran benar telah menembak Drone, tentu pesawat itu akan jatuh dan harusnya menjadi terpecah atas beberapa bagian, tidak mungkin masih dalam keadaan utuh. Di lain sisi, pihak Amerika sendiri tidak pernah menyangkal tetapi hanya berdiplomasi bahwa kemungkinan pesawat itu jatuh karena kehilangan kendali. Pemerintah Amerika tidak membantah secara teknis bahwa pesawat yang ditembak seharusnya hancur, artinya kalau tidak hancur artinya dia tidak jatuh melainkan mendarat dengan sempurna karena kehilangan kendali saja.
Menurut saya, semua ini adalah konspirasi rapi antara pemerintah Iran dan Amerika; kejadian ini persis seperti sandiwara "Iran Gate" di zaman dulu. Tentu kita masih ingat dulu di zaman Ronal Reagen dimana Amerika berpura-pura memerangi Khomeini, tetapi di belakang layar mereka mengirimkan senjata-senjata  mutakhir untuk memenangkan Khomeini. Seperti kita ketahui, skandal "Iran Gate" ini akhirnya terbongkar, ternyata Ronald Reagen adalah otak pengiriman helicopter super modern yang paling canggih pada saat itu untuk disumbangkan kepada Iran. Caranya, helicopter-helicopter itu dilaporkan telah jatuh di wilayah Iran, padahal itu hanya sandiwara saja karena niat sebenarnya adalah memberikan bantuan helicopter kepada Iran pada waktu itu. Helicopter-helicopter itu didaratkan dengan baik di wilayah Iran, bukannya jatuh ditembak oleh tentara Iran.
Perlu diketahui bahwa Drone yang disita Iran baru-baru ini justeru sama persis seperti Drone yang sedang dalam proses pembelian oleh Arab Saudia! Kemungkinan dengan membuat berita bahwa pemerintah Iran berhasil membuat duplicate pesawat Drone yang lebih canggih, maka ini menjadi ancaman tambahan bagi Arab Saudia untuk mempercepat proses pembelian Drone ini. Berkembangnya persenjataan Iran bukan menjadi ancaman terhadap Amerika ataupun Israel, melainkan terhadap Arab Saudia dan Islam Sunni diseluruh dunia. Hal ini karena Iran dengan Syiahnya sangat berkeinginan menyebarkan Syiah di dunia, dan merebut tanah suci Mekkah dan Medinah dari tangan infidel Arab.
Cara bermain Iran ini sangatlah rapi, seperti kita ketahui bahwa dunia Islam saat ini didominasi oleh Islam Suni. Islam Syiah perlu mendapatkan dukungan untuk bisa merebut dominasi Suni di dunia. Cara Islam Syiah untuk mendapat dukungan seluruh dunia, salah satunya adalah Iran harus berpura-pura memusuhi Amerika dan menjadi musuh Amerika. Dengan cara ini, maka Iran dengan Syiahnya akan mendapat rasa hormat dari umat Islam sedunia sebagai bangsa yang berani melawan Amerika.
Arab Saudi sendiri tidak banyak berkomentar tetapi mengawasi semua permainan ini dengan penuh kecurigaan. Negara-negara Arab mencurigai akan adanya "Iran Gate" jilid kedua. Kalo jilid pertama adalah jatuhnya dua pesawat helicopter canggih Amerika di Iran, maka dalam jilid kedua adalah jatuhnya Drone yang ditembak Iran kemudian berhasil menciptakan yang lebih canggih lagi dengan yang disebutnya sebagai retrofit engineering.
Kalau melihat para Kompasianer kita di Indonesia, sepertinya cara bermain Iran Amerika ini sangat berhasil. Dengan berpura-pura memusuhi Amerika, Iran berharap mendapatkan simpati dari para kaum muslim, dan terbukti – banyak Kompasianer muslim yang mendukung Iran, padahal tanpa disadari umat muslim di Indonesia, Iran dengan Syiahnya telah mencuci otak umat Islam Suni. Dengan ini artinya permainan sandiwara Iran dan Amerika telah berhasil mengelabui sebagian umat muslim Suni dunia.
Dunia politik itu memang kejam, musuh menjadi teman dan teman menjadi musuh. Hanya waktu yang dapat memutuskan siapa yang menjadi pemenang antara Syiah dan Suni.

No comments:

Post a Comment